Cara-Menyiapkan-Dana-Pensiun
Keuangan

Cermati, 9 Cara Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Apakah Anda memiliki target usia pensiun? Jika ya, sudahkah Anda tahu bagaimana cara menyiapkan dana pensiun tersebut?

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan produktif seseorang tidak akan bertahan selamanya, pasti akan berhenti pada suatu saat.

Di Indonesia, masa produktif seseorang akan berhenti di usia 55 tahun. Setelah itu, produktivitas akan menurun dan pemasukan tidak ada.

Jika Anda ingin menikmati hari tua dengan gaya hidup yang sama seperti sekarang, pastikan untuk menyiapkan dana pensiun sedini mungkin.

Mengapa Harus Menyiapkan Dana Pensiun?

Mengapa-Harus-Menyiapkan-Dana-Pensiun

Meskipun dana pensiun adalah hal paling rumit dan susah untuk dipersiapkan, dana pensiun juga menawarkan banyak manfaat bagi Anda, seperti:

  • Membantu Anda mempersiapkan diri secara finansial untuk masa depan
  • Keuangan dan kebutuhan di hari tua lebih terjamin
  • Tidak bingung soal biaya kesehatan di hari tua
  • Anda bisa menikmati hari tua bersama keluarga tanpa harus pusing memikirkan keuangan
  • Tidak membuat anak-anak Anda memiliki beban finansial tinggi untuk mengurus Anda
  • Bisa menikmati masa tua sambil liburan
  • Menikmati gaya hidup yang sama seperti saat masih muda meskipun Anda sudah tidak lagi bekerja

Cara Aman Menyiapkan Dana Pensiun Dini

Cara-Aman-Menyiapkan-Dana-Pensiun-Dini

Bagi PNS, dana pensiun akan lebih terjamin karena sudah disiapkan oleh perusahaan.

Tapi bagi Anda yang berprofesi sebagai pengusaha atau pegawai swasta, dana pensiun harus disiapkan sendiri agar masa tua Anda lebih sejahtera dan bahagia.

Cara menyiapkan dana pensiun adalah sebagai berikut:

1. Tentukan Usia Pensiun

Hal pertama yang harus Anda persiapkan sebelum menabung dana pensiun adalah menentukan usia yang tepat untuk pensiun.

Saat mempersiapkan dana untuk pensiun, lebih baik Anda menyiapkan untuk biaya hidup selama 10-15 tahun kedepan setelah pensiun.

Jika usia Anda saat ini 20 tahun, dan target pensiun Anda usia 55 tahun, berarti Anda memiliki waktu produktif 25 tahun untuk mengumpulkan dana pensiun.

Simak juga: Cara Mengumpulkan Dana Darurat (Mudah & Cepat)

2. Ubah Gaya Hidup

Jika Anda sudah menetapkan target usia pensiun tapi tidak berkomitmen untuk menabung, dana pensiun tidak akan pernah terkumpul.

Anda perlu mengubah gaya hidup dan menyesuaikan pengeluaran untuk mengumpulkan banyak uang sebagai dana pensiun Anda.

Pengeluaran bulanan Anda harus selalu dikontrol agar tidak melebihi batas anggaran.

Dan hindari membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya karena Anda menginginkannya, atau lebih parah lagi, hanya karena barang tersebut sedang tren.

3. Rencana Hari Tua

Saat Anda pensiun, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk hal-hal yang paling Anda sukai.

Saat membuat perencanaan keuangan untuk dana pensiun, pikirkan juga rencana hari tua Anda.

Misalnya, kegiatan apa yang kira-kira akan sering Anda lakukan saat sudah pensiun?

Apakah Anda akan sering jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri? Ataukah Anda ingin mengembangkan hobi?

Dengan membuat daftar rencana hari tua, Anda bisa memperkirakan berapa banyak dana pensiun yang harus Anda siapkan sejak sekarang.

4. Pisahkan Uang

Untuk mendapatkan keamanan finansial saat pensiun nanti, mulailah membuat tabungan pensiun Anda sedini mungkin.

Pisahkan uang untuk pengeluaran bulanan dan dana pensiun Anda.

Anda bisa mengambil 10% atau 15% pendapatan Anda setiap bulan sebagai dana pensiun.

5. Mulailah Berinvestasi

Investasi adalah salah satu cara terbaik dalam mempersiapkan dana pensiun.

Beberapa pilihan investasi yang bisa Anda pertimbangkan adalah investasi bangunan, properti, obligasi, deposito, atau saham.

Anda harus jeli dalam memilih bentuk investasi yang tepat dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan Anda.

Jangan sampai niat investasi Anda mengacaukan keadaan keuangan Anda sekarang atau malah menimbulkan hutang.

Jika Anda memiliki modal yang cukup besar, berinvestasi besar-besaran seperti bisnis properti adalah opsi terbaik.

Jika gaji per bulan Anda sekitar 3-5 jutaan, investasi emas atau deposito bisa dipertimbangkan.

6. Mendaftar DPLK

DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) adalah salah satu program keuangan bagi masyarakat yang ingin memiliki dana pensiun.

Prinsipnya relatif sama dengan deposito, yaitu dana yang Anda tanam tidak bisa dicairkan sebelum waktunya tiba.

Pencairan ini umumnya terdiri dari beberapa pilihan, besarnya bisa sama dengan penghasilan di tempat kerja, dibagi rata-rata per bulan, atau bahkan seluruhnya.

7. Maksimalkan Penghasilan

Agar bisa menabung banyak uang, pendapatan Anda juga harus dimaksimalkan.

Anda tidak boleh hanya bergantung pada gaji yang diperoleh dari perusahaan tempat Anda bekerja saat ini.

Di usia yang masih produktif, Anda harus selalu punya ide untuk menambah penghasilan, seperti melakukan pekerjaan sampingan atau memulai bisnis sendiri.

Namun biasanya, semakin banyak pendapatan yang Anda kumpulkan, semakin banyak pula keinginan Anda untuk membelanjakannya.

Karena itu, Anda harus menjaga komitmen menyisihkan uang untuk dana pensiun Anda.

8. Lunasi Hutang Dan Cicilan

Saat merencanakan dana pensiun, Anda harus mempertimbangkan untuk melunasi semua hutang / cicilan Anda secepat mungkin.

Akan lebih baik lagi jika Anda tidak membiasakan diri untuk berhutang dan membeli barang secara kredit.

9. Asuransi

Anda bisa mulai mendaftarkan diri dalam asuransi kesehatan dan kecelakaan untuk persiapan pensiun Anda.

Cara ini akan membantu Anda menghemat pengeluaran di hari tua.

Dan jika Anda adalah tulang punggung keluarga, mendaftar asuransi jiwa adalah pilihan terbaik.

Simak juga: Manfaat Perencanaan Keuangan (Untuk Kesuksesan Bisnis)

Dana pensiun sangat penting dalam jangka panjang, termasuk membuat hari tua Anda lebih damai, aman, dan tenang.

Karena itu, mulailah menabung dana pensiun sejak sekarang. Untuk cara menyiapkan dana pensiun bisa Anda lakukan sesuai dengan panduan di atas.

Seorang penulis yang sudah lama dan selalu suka berbagi melalui tulisannya. Jika ingin menghubungi lebih lanjut, boleh e-mail ke: admin@bisabisnis.id

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *